pada suatu kesempatan Nurcholis Madjid pernah mengeluarkan statemen untuk pembubaran Himpunan Mahasiswa Islam. sekarang Cak nur telah tiada, dan Himpunan kini terus ada bahkan sudah berusia 63 tahun. umur yang panjang bagi sebuah organisasi mahasiswa di Indonesia.
Muhammad pernah bersabda, yang intinya mengatakan bahwa panjang pendeknya umur tidak ditentukan dari waktu yang dihabiskan, tetapi dari seberapa besar manfaat yang diberikan oleh seseorang.
kalau begitu, pertanyaan kita untuk HMI adalah seberapa bermanfaatnya HMI bagi masyarakatnya? masyarakat yang hendak diperjuangkan HMI adalah untuk bangsa indonesia dan umat islam.
yang pertama bagi Indonesia, tujuan keindonesiaan HMI senantiasa berubah sesuai kondisi zaman. HMI tidak pernah membatasi dirinya untuk terjebak pada hal-hal yang teknis. kader-kader HMI senantiasa mengalami diaspora ke segala bidang. HMI hanya menekankan nilai-nilai universal bagi kemanusiaan dan kesejahteraan. jadi sebuah kebanggaan bagi HMI adalah bahwa kader-kadernya senantiasa memiliki kesadaran untuk berbuat bagi bangsanya, kendati berbeda-beda tindakannya, tetapi mereka punya alasan sendiri untuk berbuat. Manusia insan cita adalah manusia yang telah tercerahkan. Maka relevan sekali Cak Nur mengambil intisari dari Islam adalah ajaran tauhid. dari konsep tauhid, manusia senantiasa tidak boleh memutlakkan dirinya ataupun orang lain. dari itu, kader HMI senantiasa bersedia menjalani proses sepanjang hayatnya, memanfaatkan segala potensi untuk pencapaian yang tertinggi. hal ini sangat penting bagi bangsa yang sedang dalam transisi. dimana frustasi merajalela, dan budaya instan menjadi hal yang diutamakan.
setiap kita adalah bagian dari generasinya, dan setiap generasi merupakan anak tangga bagi sejarah peradaban sebuah bangsa. satiap kita harus yakin bahwa betapapun kecil yang kita lakukan amat penting bagi keberlanjutan peradaban bangsa kita.
yang kedua, tentang keislaman, tentunya kita tidak boleh berhenti karena terlalu terpukau pada pemikiran modernaisasi cak nur. Islam sebagai ajaran memang universal dan abadi, tetapi masyarakatnya senantiasa kontemporer dan lokal. maka ajaran islam harus senantiasa kita carikan padanannya dalam kondisi kekinian dan kedisinian.
HMI cabang Ciputat yang dulu dikenal sebagai gerbong pembaruan pemikiran keislaman, kondisinya kini memprihatinkan. tokoh-tokoh yang lahir dari ciputat tidak mewariskan tradisi intelektual dan keislaman kepada generasi selanjutnya. sikap elitis tentunya harus kita kecam. sikap bersahaja dan menjunjung tinggi integritas adalah yang kita butuhkan. kita mulai kehilangan tokoh yang bisa bicara tentang hal-hal besar kepada orang muda yang biasa saja, namun memiliki semangat perubahan bagi masyarakatnya. lahirnya Wahib mungkin tidak bisa dilepaskan dari bimbingan seorang Mukti Ali yang pada waktu itu seorang Doktor. Mungkin dibeberapa daerah semangat kajian masih sangat besar, tetapi belum terlihat diciputat. semoga saya salah.
selamat ulang tahun HMI....
Muhammad pernah bersabda, yang intinya mengatakan bahwa panjang pendeknya umur tidak ditentukan dari waktu yang dihabiskan, tetapi dari seberapa besar manfaat yang diberikan oleh seseorang.
kalau begitu, pertanyaan kita untuk HMI adalah seberapa bermanfaatnya HMI bagi masyarakatnya? masyarakat yang hendak diperjuangkan HMI adalah untuk bangsa indonesia dan umat islam.
yang pertama bagi Indonesia, tujuan keindonesiaan HMI senantiasa berubah sesuai kondisi zaman. HMI tidak pernah membatasi dirinya untuk terjebak pada hal-hal yang teknis. kader-kader HMI senantiasa mengalami diaspora ke segala bidang. HMI hanya menekankan nilai-nilai universal bagi kemanusiaan dan kesejahteraan. jadi sebuah kebanggaan bagi HMI adalah bahwa kader-kadernya senantiasa memiliki kesadaran untuk berbuat bagi bangsanya, kendati berbeda-beda tindakannya, tetapi mereka punya alasan sendiri untuk berbuat. Manusia insan cita adalah manusia yang telah tercerahkan. Maka relevan sekali Cak Nur mengambil intisari dari Islam adalah ajaran tauhid. dari konsep tauhid, manusia senantiasa tidak boleh memutlakkan dirinya ataupun orang lain. dari itu, kader HMI senantiasa bersedia menjalani proses sepanjang hayatnya, memanfaatkan segala potensi untuk pencapaian yang tertinggi. hal ini sangat penting bagi bangsa yang sedang dalam transisi. dimana frustasi merajalela, dan budaya instan menjadi hal yang diutamakan.
setiap kita adalah bagian dari generasinya, dan setiap generasi merupakan anak tangga bagi sejarah peradaban sebuah bangsa. satiap kita harus yakin bahwa betapapun kecil yang kita lakukan amat penting bagi keberlanjutan peradaban bangsa kita.
yang kedua, tentang keislaman, tentunya kita tidak boleh berhenti karena terlalu terpukau pada pemikiran modernaisasi cak nur. Islam sebagai ajaran memang universal dan abadi, tetapi masyarakatnya senantiasa kontemporer dan lokal. maka ajaran islam harus senantiasa kita carikan padanannya dalam kondisi kekinian dan kedisinian.
HMI cabang Ciputat yang dulu dikenal sebagai gerbong pembaruan pemikiran keislaman, kondisinya kini memprihatinkan. tokoh-tokoh yang lahir dari ciputat tidak mewariskan tradisi intelektual dan keislaman kepada generasi selanjutnya. sikap elitis tentunya harus kita kecam. sikap bersahaja dan menjunjung tinggi integritas adalah yang kita butuhkan. kita mulai kehilangan tokoh yang bisa bicara tentang hal-hal besar kepada orang muda yang biasa saja, namun memiliki semangat perubahan bagi masyarakatnya. lahirnya Wahib mungkin tidak bisa dilepaskan dari bimbingan seorang Mukti Ali yang pada waktu itu seorang Doktor. Mungkin dibeberapa daerah semangat kajian masih sangat besar, tetapi belum terlihat diciputat. semoga saya salah.
selamat ulang tahun HMI....
Semoga itu bisa menjadi kesadaran bersama .. dam lahir tokoh-tokoh baru dengan wjah baru sesuai zamannya.
BalasHapusSelamat ulang tahun HMI.
met ber-blog-ria yaaaaa.......
kunjungi bloh w :suriyadi-cielung.blogspot.com